GEDUNG SULTAN
ABDUL SAMAD
ABSTRAKSI
Kuala Lumpur memiliki
banyak bangunan bersejarah—yang kemudian banyak berdampingan dengan
gedung-gedung modern pencakar langit yang baru dibangun medio akhir-akhir ini.
Bagi warga KL keberadaan sebuah bangunan tak hanya dipandang sebagai penghias
kota dengan nuansa jadulnya yang kental, namun kebanggaan tersendiri karena
mereka—dalam hal ini otoritasnya—telah mampu mempertahankan warisan-warisan
sejarahnya yang sangat bernilai.
Ketika
libur datang, alternatif jika tidak berwisata ke tempat-tempat hiburan atau
wahana wisata populer banyak yang kemudian menyempatkan diri mengunjungi
gedung-gedung bernilai sejarah tinggi tersebut.
Dan
salah satu gedung bersejarah yang dimiliki oleh Malaysia, khususnya Kuala
Lumpur itu ialah Gedung Sultan Abdul Samad (Sultan Abdul Samad Building) yang
letaknya sangat berdekatan dengan Dataran Merdeka (Merdeka Square).
Apakah
Anda tahu apa itu Dataran Merdeka? Kawasan ini dipandang sebagai tempat
bersejarah bagi bangsa Malaysia karena untuk pertama kalinya bendera
kebangsaannya dikibarkan ditempat ini ketika kemerdekaan yang telah lama
didambakannya akhir didapat pada 31 Agustus 1957.
Pasca
itu, hampir setiap tahunnya dataran ini menjadi lokasi untuk memperingati momen
hari kemerdekaan Malaysia. Di Dataran Merdeka ini terdapat tiang bendera yang
konon sebagai tiang bendera tertinggi di dunia sekitar 100 meter.
Nah,
tepat diseberangnya Dataran Merdeka ini Gedung Sultan Abdul Samad berada.
Gambar gedung ini dari berbagai sudutnya banyak digunakan oleh otoritas
Malaysia untuk mempromosikan dan mengenalkan secara massif turismenya. Dan
lambat-laun kawasan gedung ini sudah mulai banyak dikunjungi oleh turis-turis
lokal maupun asing.
Itulah
salah satu kelebihan yang dimiliki oleh pemerintahan Malaysia yang selalu bisa
menjual tempat-tempat wisatanya—sekalipun berbentuk gedung tua yang biasanya
tidak banyak disukai orang. Makanya itu, tak heran kalau Malaysia memiliki
sejumlah tempat wisata yang sangat bervariasi, tidak hanya terpatok dalam satu
tempat saja (tidak seperti Indonesia yang terus-menerus mengeksploitasi
keterkenalan Bali untuk turismenya).
Gedung
bernilai sejarah tinggi dan lokasinya breada didepan Merdeka Square dan Royal
Selangor KL ini dirancang oleg seorang arsitek bernama AC. Norman. Gedung ini
kontruksinya sudak dimulai sejak tahun 1994 silam dan baru selesai kemudian
pada tahun 1897 silam.
Gaya
arsitekturalnya sendiri bergaya khas Moorish yang menjadikannya berdiri gagah
diantara bangunan-bangunan lainnya disekitarnya.
Gedung
ini dinamai dengan Sultan Abdul Samad Building yang merupakan Sultan Selangor
yang pernah memerintah antara tahun 1857 – 1898. Bangunan gedung ini memiliki
beberapa bagian yang biasanya banyak dikagumi oleh kalangan turis yang datang.
Kubahnya
terbuat dari tembaga yang mengkilap dengan ketinggian 41,2 meter. Gedung ini
dibangun dengan menggunakan batu bata merah sehingga memiliki kekokohan yang
sangat teruji.
Gedung
ini memiliki beberapa lengkungan yang sangat enak dipandang seperti lengkungan
ogee, lengkungan multifoil, lengkungan sepatu kuda, lengkungan menunjuk dan
lainnya. Sultan Abdul Samad Building juga memiliki setidaknya 3 menara yakni
Clock Tower yang menjadi menara tertingginya dan juga 2 menara lainnya yang berfungsi
sebagai sirkulasi dengan ketinggian yang lebih rendah dibandingkan menara
pertama.
Gedung
ini bukan hanya bersejarah namun juga memiliki arti yang penting bagi kehidupan
berbangsa dan bernegara Negeri Jiran.
Gedung ini juga pernah digunakan untuk standardisasi waktu di Malaysia yang pernah berbeda lebih kurang setengah jam terutama di Sabah, Serawak, dan juga Singapura.
Gedung ini juga pernah digunakan untuk standardisasi waktu di Malaysia yang pernah berbeda lebih kurang setengah jam terutama di Sabah, Serawak, dan juga Singapura.
Ketika
itu, standardisasinya dilakukan pada 1 Januari 1982. Gedung ini pernah
digunakan sebagai kantornya administrasi Federasi Negara-negara Melayu setelah
selesai dibangun pada tahun 1897 silam. Kemudian pada tahun 1972, gedung ini
digunakan untuk Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung Malaysia.
Ketika
selesai peresmian wilayah administrative baru Federasi Malaysia selesai,
Pengadilan Federal dan Pengadilan Bandung telah dipindahkan ke Istana Kehakiman
di Putrajaya. Dan sekarang tempat ini menjadi Divisi Komersialnya Pengadilan
Tinggi Malaya serta menjadi pusat kerajinan.
Sebagaimana
wisata ke tempat-tempat yang berbasiskan gedung-gedung tua, seyogyanya tak
banyak yang bisa dilihat selain kepongahan dan “onggokan” gedung-gedung
tersebut yang sarat dengan nilai-nilai kesejarahannya. Makanya kawasan ini
sangat tepat bagi Anda yang memang pada dasarnya memiliki kesukaan berlebih
terhadap bangunan-bangunan tua sehingga bisa beromantisme dengan segala
historisitas yang ada
disini.
PANDUAN WISATA
Lapangan
Merdeka atau Dataran merdeka berada di Ibukota Kuala Lumpur, Malaysia.
Lokasinya tepat berada didepan Gedung Sultan Abdul Samad. Lapangan Merdeka ini
dianggap memiliki nilai historis dan perjuangan yang sangat tinggi bagi rakyat
Malaysia. Karena di Dataran Merdeka inilah untuk yang pertama kalinya bendera
kebangsaan Malaysia dikibarkan menggantikan bendera kolonial, pada waktu tengah
malam 31 Agustus 1957 silam. Sejak saat itu, kemudian lapangan ini dijadikan
sebagai tempat yang paling dihormati untuk menggelar Upacara Kemerdekaan
Malaysia.
Lapangan Merdeka ini sebelumnya lebih dikenal sebagai
Selangor Club padang atau simpelnya disebut “Padang” saja yang merupakan tempat
bermain kriket Selangor Club atau yang sekarang disebut dengan Royal Selangor
Club. Namun, pasca peristiwa paling bersejarah tersebut kemudian merubah
lapangan ini menjadi tempat yang paling bersejarah dalam lembaran perjalanan
Malaysia untuk berdiri menjadi negara berdaulat dan merdeka dari penjajahan
kolonial Inggris kala itu.
Gedung
Sultan Abdul Samad
Sementara tepat diseberang Lapangan Merdeka, berdiri
gedung yang sangat megah yang menghadap ke lapangan kemerdekaan ini bernama
Gedung Sultan Abdul Samad. Gedung ini merupakan salah satulandmark Kuala Lumpur yang dibangun oleh
Inggris dengan memakai jasa arsitek AC Norman. Bangunan ini sendiri konon
diinspirasi dari arsitektur Moghul di India. Gedung Sultan Abdul Samad inipun
selesai dibangun pada tahun 1897 yang kemudian dijadikan sebagai Gedung
Sekretariat Negara, lantas dijadikan Gedung Mahkamah Agung. Dan sekarang gedung
ini digunakan sebagai kantor Kementrian Warisan Budaya dan Seni.
Akses
Cukup mudah
untuk menjangkau Dataran Merdeka dan Gedung Abdul Samad ini. Anda cukup naik
Kereta Api Putra LRT, kemudian turun di Stasiun Mesjid Jamek. Dari stasiun
tersebut, Anda tanyakan kepada penduduk lokal karena jaraknya sudah dekat (sekitar
15 menit berjalan kaki).
DATA BANGUNAN
Sejarah Gedung Sultan Abdul Samad
Bangunan Sultan Abdul Samad merupakan
diantara bangunan lama yang ada di Kuala Lumpur dan merupakan bangunan warisan
yang masih dilindungi keaslian desainnya. Bangunan ini dibangun pada tahun
1893. Tetapi pengunduran batu dasar bagi bangunan ini hanya dilakukan pada 6
Oktober 1894 oleh Sir Charles BH Mitchell yang merupakan Gubernur Negara-negara
Selat ketika itu. Bangunan ini siap dibangun dan digunakan pada tahun 1897.
Nama bangunan ini diambil sempena nama Sultan Selangor yang memerintah pada
saat itu, yaitu pada tahun 1896. Bangunan itu merupakan landmark Kuala Lumpur
yang gagah pada masa itu.
Bangunan tersebut terletak pada satu
situs diantara pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak dan terkenal karena
merupakan satu situs yang strategis, yaitu ditengah-tengah pusat kota Kuala
Lumpur. Luas area tersebut adalah 10,200 meter persegi. Di bagian belakangnya
terdapat Jalan Belanda yang kini dikenal sebagai Jalan Pengadilan Federal.
Peringkat bangunan dikatakan strategis karena dekat dengan Dataran Merdeka,
Klub Royal Selangor dan Masjid Jamek yang semuanya dekat Sungai Gombak. Sebelum
merdeka, Gedung Sultan Abdul Samad merupakan sebuah Pusat Administrasi
Negara-negara Melayu Bersekutu, Kantor Residen- General, Kantor Besar Pos dan
setelah kemerdekaan pula, ia dijadikan sebagai Kantor Sekretaris Negara
Selangor, Majelis Negara dan Perbendaharaan Negara. Bangunan Sultan Abdul Samad
ini juga menempatkan Mahkamah Agung Malaysia dan sebagian dari
Pengadilan-pengadilan Tinggi Malaya dan Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada
tahun 1978.
Arsitektur
Rencana gedung ini didesain oleh arsitek dari Inggris
bernama AC Norman (yang bekerja di Departemen Pekerjaan Umum di Kuala Lumpur)
dan dibantu oleh seorang insinyur juga berasal dari Inggris, yaitu CE Spooner.
Bangunan Sultan Abdul Samad ini sangat unik arsitekturnya dan merupakan
diantara bangunan yang tersohor pada saat itu. Ia memiliki dua lantai setinggi
57 kaki yang berbentuk tapal kuda dan di tengah-tengahnya terdapat satu dataran
tinggi segi empat yang dipagari oleh batas-batas pokok bunga yang cantik. Ada
juga tiga kubah, satu menara jam besar dan sebuah arked.Bangunan ini juga
memiliki satu serambi besar tertutup yang merupakan suatu elemen penting dalam
desain bangunan ini.
Bangunan Sultan Abdul Samad yang
berbentuk 'saracenic' merupakan satu ciri arsitektur Moorish dan Moghul yang
berunsurkan Islam. 3 buah kubah yang menghiasi bangunan ini membuktikanya. Pada
tahap awal itu terbuat dari kayu dan batu bata yang dicat warna hitam, namun
itu telah digantikan dengan kubah yang dilapisi tembaga. Sebesar Rp 152,000
telah diinvestasikan untuk membangun bangunan ini dan merupakan bangunan yang
termahal di wilayah ini pada saat itu didirikan.
Pada sekitar tahun 1978, renovasi
bangunan telah dibuat dan siap sepenuhnya dalam tahun 1984 dengan anggaran
belanja sebesar Rp 17,2 juta. Pada saat itu pemerintah Australia telah
menyumbang sebesar Rp 200.000 sebagai biaya menyadur tembaga untuk tiga kubah
yang terdapat pada bangunan tersebut pada tahun 1982. Renovasi dilakukan hanya
pada bagian dalam bangunan tanpa mempengaruhi bagian luarnya dan posisi asli
bangunan tersebut. Setelah siap sepenuhnya, Gedung Sultan Abdul Samad ini
sekali lagi diresmikan pada tahun 1984.
Rencana Bangunan
Rencana bangunan ini berbentuk tapal
kuda yang mana di tengah-tengahnya terdapat satu dataran / halaman segi empat
yang dipagari oleh batas-batas pokok bunga. Kehadiran situs ini memberikan
ventilasi ke foyer di sebelah tampak dalam bangunan ini.
Bagian utama bangunan ini adalah teras yang menghadap ke
arah Lapangan Klub Royal Selangor. Ketika memasuki pintu utama bangunan ini,
kita dapat melihat tangga berbentuk setengah lingkaran yang menuju ke
kamar-kamar Hakim dan kamar-kamar Mahkamah Agung.
Ruang kantor bangunan ini hampir 100 persen dikelilingi
serambi yang mana memberikan ventilasi secara maksimal, terutama pada zaman itu
dibangun tidak memiliki pendingin udara. Kerja mengembangkan bangunan ini telah
menggunakan 4 juta batu-bata, 2.500 tong semen, 18.000 pikul kapur, 5.000 pon
tembaga, 50 ton besi, baja dan 30.000 kaki kubik kayu. Bangunan ini selesai
pada tahun 1897 dan diresmikan dengan acara megah dengan ucapan Spooner yang
menarik tentang sejarah pembangunan gedung tersebut. Teks lengkap pidatonya
dalam bahasa Inggris tersedia dalam JMBRAS VOL. 65, tulisan The Gedung Sultan
Abdul Samad by JM Gillick. Bangunan ini pernah menempatkan beberapa buah
Kementerian dan Departemen Pemerintah Federal dan Departemen Kerajaan Negeri
Selangor. Selanjutnya, bangunan ini telah menempatkan Pengadilan Federal
Malaysia dan sebagiannya menempatkan Pengadilan Tinggi Malaya dan Pengadilan
Tinggi Kuala Lumpur.
Tampak Bangunan
Kerja-kerja mereka bentuk bangunan ini
telah dimulai sejak tahun 1889, setelah WE Maxwell mengambil alih tugas sebagai
Residen Inggris di Selangor. Pada masa itu, Kuala Lumpur hanya dihuni oleh
bangunan-bangunan rumah toko dan beberapa gedung pemerintah yang tidak berapa
menonjol. Maxwell telah membawa CE Spooner dari Ceylon sebagai State Engineer
dan dibantu oleh Bellamy dan AC Norman sebagai arsitek.
Desain asli yang dikemukakan oleh Norman adalah hanya
sebuah bangunan yang berkonsep Inggris Classical Rennaisance. Bidwell, seorang
arsitek muda, adalah orang yang bertanggung jawab mengadaptasi arsitektur Islam
(Mahometan style) sebagai tonggak desain tampak bangunan tersebut di atas
rencana asli Norman setelah Spooner kurang puas dengan desain tampak yang
dikemukakan oleh AC Norman. Bangunan dua lantai ini memiliki ketinggian 17,5
meter dengan menara jam setinggi 40 meter dan meliputi area seluas 10,200 meter
persegi.
Fitur utama bangunan ini adalah tiga kubahnya, menara jam
besar dan ketangkasan serta lengkungannya yang luas. Ketiga kubah tersebut yang
aslinya terbuat dari kayu dan batu bata dan dicat hitam, telah diganti dengan
kubah-kubah berlapis tembaga. Kubah yang berada di atas menara jam besar diapit
oleh dua kubah kecil dengan tangga spiral menurun. Kubah tengah agak luar biasa
karena ia adalah paduan dua fitur tradisional kubah dan kios. Arch yang ada di
gedung ini adalah berbentuk tapal kuda yang tajam dengan jarak antara dua tiang
yang berbeda-beda. Ini terbuat dari batu-bata yang dicat hitam. Menara jam
besar yang terletak di tengah-tengah diimbangi oleh dua menara kecil di sudut bangunan.
Tangga spiral di menara kecil ke arah menara tampaknya melambangkan keagungan
bangunan ini.
SUMBER:
wikipedia malaysia
panduan wisata malaysia
KATEDRAL ST. JOSEPH, HANOI
St.
Joseph's Cathedral
Nhà thờ Lớn Hà Nội, Nhà thờ Chính tòa Thánh Giuse (Vietnamese)
Nhà thờ Lớn Hà Nội, Nhà thờ Chính tòa Thánh Giuse (Vietnamese)

LOKASI : Nha Tho Street, Hoàn Kiếm District,
Hanoi
NEGARA : Vietnam
DENOMINASI: Roman
Catholic
SEJARAH
DEDIKASI UNTUK : St. Joseph
TERBANGUN : December 24, 1886
ARSITEKTUR
STATUS : Katedral
STATUS FUNGSI : Active
ABSTRAKSI
Katedral St. Joseph (Vietnam: Nha Tho
lon Ha Noi, Nha Tho Chinh Toa Thanh Giuse) adalah sebuah gereja di Nha Tho
(Gereja) Street di Kiếm Kabupaten Hoàn dari Hanoi, Vietnam. Akhir abad ke-19
Gothic Revival (gaya Neo-Gothic) gereja berfungsi sebagai katedral Katolik Roma
Keuskupan Agung Hanoi hampir 4 juta umat Katolik di negara itu.
Konstruksi dimulai pada tahun 1886, dengan gaya
arsitektur digambarkan sebagai menyerupai Notre Dame de Paris. Gereja adalah
salah satu struktur pertama yang dibangun oleh pemerintah kolonial Prancis di
Indocina ketika dibuka pada bulan Desember 1886. Ini adalah gereja tertua di
Hanoi.Katedral melakukan beberapa kali massa siang hari. Minggu massa malam di
6:00 PM, banyak orang tumpah ke jalan-jalan. Himne doa disiarkan dan Katolik
yang tidak mampu untuk masuk katedral berkumpul di jalan dan mendengarkan
lagu-lagu pujian.
GEOGRAFI
Katedral ini terletak sebelah barat dari
Danau Hoan Kiem, [3] di sebuah kotak kecil di dalam Old Quarter. Di dekatnya,
ada restoran dan blok apartemen kecil. Terletak di ujung Nha Tho (Gereja)
Street dan sudut Pho Nha Chung, Katedral yang juga merupakan markas dari
Keuskupan Agung Vietnam memiliki kendali lebih 480 gereja dan kapel, dan 113
paroki, dan melayani 400.000 umat Katolik. gerbang utama ke Katedral dibuka
selama massa dan selama sisa waktu masuk hanya melalui pintu samping di dinding
senyawa Keuskupan. Dari titik ini ke Katedral adalah berjalan ke pintu samping
dan kemudian membunyikan lonceng untuk masuk katedral.
SEJARAH
Pada tahun 1872, Perancis di bawah Jean
Dupuis ditangkap Benteng Hanoi, sebelum Francis Garnier menaklukkan seluruh
kota. Satu dekade berlalu sebelum penjajah yang berada di kontrol penuh dari
Hanoi karena pemberontakan pemberontak. Pembangunan katedral paling mungkin
dimulai setelah waktu ini dan itu selesai pada Desember 1886, tahun sebelum federasi
Indochina Perancis adalah didirikan sebagai bagian dari kerajaan kolonial. Hal
ini dibangun oleh misionaris Perancis dan Vikaris Apostolik Tonkin
Paul-François puginier yang memperoleh izin dari pemerintah Perancis kemudian
kolonial. Itu dibangun di situs Pagoda Thien Bao, sebuah kuil Buddha suci yang
menjabat sebagai "pusat administrasi" Tonkin selama era kolonial
pra-Perancis. Dalam rangka memfasilitasi pembangunan gereja, pagoda-yang
dibangun di saat kota ini didirikan pada masa Dinasti Ly di 11 abad
dihancurkan. Katedral ditahbiskan pada tanggal 24 Desember 1886.
Setelah Viet Minh menguasai Vietnam Utara mengikuti
Accords Jenewa pada tahun 1954, Gereja Katolik mengalami dekade penganiayaan.
Imam ditangkap, dan properti gereja itu disita dan diambil alih. Katedral St.
Joseph tidak luput dan ditutup sampai malam Natal 1990, ketika Misa diizinkan
untuk dirayakan di sana lagi. Pada tahun 2008, protes berkaitan dengan
simbol-simbol agama terjadi di banyak sebelah Katedral.
EKSTERIOR
Dibangun dengan lempengan batu dan bata
dengan menghadap beton, façade terdiri dari dua menara, persegi di bentuk, naik
ke ketinggian 103 kaki (31 m) dan masing-masing tower dilengkapi dengan lima
lonceng. Katedral itu dibangun dalam Gothic Revival (Neo-Gothic) gaya Menara
lonceng kembar sering ditarik perbandingan dengan yang di Notre Dame de Paris;.
arsitek dari St Joseph berusaha untuk meniru rekan Paris nya. Dinding eksterior
gereja yang terbuat dari lempengan batu granit. Selama bertahun-tahun,
eksterior katedral telah menjadi sangat lelah akibat polusi berat.
INTERIOR
Jendela dilengkapi dengan kaca patri
tinggi dan telah menunjukkan lengkungan. jendela kaca patri di katedral yang
diproduksi di Perancis sebelum diangkut ke Vietnam. Langit-langit berkubah
rusuk seperti yang terlihat di Eropa abad pertengahan. Nave ini cuaca dan kudus
terlihat mengkilap dan terbuat dari emas dipangkas kayu, mirip dengan Phat Diem
Katedral dan memiliki Hue hiasan arsitektur kerajaan. Sebuah patung Perawan
Maria disimpan di tandu sesuai dengan adat setempat, yang terlihat di sebelah
kiri nave. Hal ini di ujung jalan gereja yang merupakan daerah pasar kelas atas
dengan butik dan sutra.
SUMBER:
Wikipedia en